Entri Populer

Senin, 15 Oktober 2012

makalah kitab keluaran


BAB I
(PENDAHULUAN)

LATAR BELAKANG
            Keluaran orang Israel dari Mesir adalah peritiwa utama sejarah keselamatan dalam Pelajaran Lama. Melalui peristiwa itu Allah menggenapi janji-janji-Nya kepada para bapak leluhur Israel bahwa Ia menjadi akan memberikan tanah kepada mereka dan keturunan mereka akan  menjadi bangsa besar. Walaupun itu penting, namun untuk memastikan tempat dan waktu terjadinya merupakan tugas yang sukar, sebagian dikarenakan sifat-sifat kitab yang menceritakan tentang peristiwa itu. Nama firaun yang berhadapan dengan Musa tidak disebut, pasti dengan sejarah Mesir dan Palestina pada waktu itu. Bukti mengenai peristiwa itu semuanya bersifat tidak berlangsung, karena itu persoalan sejarah harus ditangani dahulu sebelum kita beranjak lebih lanjut pada isi dan teologia kitab ini [1].
                        Sejarah suci meluas dalam kitab keluaran. Beberapa abad setelah kematian Yusuf tidak dicatat. Sementara itu keturunan para Patriarkh menjadi sangat banyak. Firaun yang memerintah pada wakru itu tidak senang melihat perkembangan penduduk bani Israel  ini, dan ia memperbukan dan menindas mereka dibawah pimpinan Musa, Bangsa Israel dimerdekakan dari perbudakan, dijadikan bangsa yang merdekan dan dipersiapkan untuk menaklukkan dan menduduki tanah Kanaan.
            Arti rohani perlepasan ini sangat luas sekali. Empat buku yang sisa dari Pentateukh atau seperanan dari seluruh Perjanjian Lama digunakan untuk mencatat kejadian yang penting ini.
            Perhatikanlah lingkup Perjalanan dan waktu yang terdapat dalam garis besar keempat buku itu sebagai berikut :
I.                   Perbudakan bangsa Israel, 400 tahun Keluaran 1,2
II.                Dari Mesir ke Sinai, kurang dari 1 tahun        Keluaran 3-18
III.             Berkemah di Kaki Gunung Sinai,
± 1 tahun                                             Keluaran 19-bilangsan 10
IV.             Pengembaraan di padang gurun,
± 38 tahun                                           Bilangan 10-21
V.                Berkemah sebelum memasuki Kanaan,
± 1 tahun                                             Bilangan 22-Ulangan 34
            Mesir adalah salah satu pusat peradaban yang paling maju, ketika bangsa Israel mulai muncul sebagai satu bangsa. Kerajaan yang baru itu berdiri kira-kira abad ke XVI SM Setelah [2].
            Kitab keluaran sangat penting, baik ditinjau dari sudut pandang orang Yahudi maupun dari  sudut pandang orang Kristen. Di dalamnya terdapat riwayat mengenai peristiwa-peristiwa yang didasarkan pada keyakinan-keyakinan asasi tentang Allah, hokum-hukum, serta peraturan-peraturan untuk mengatur sikap orang percaya. Dengan demikian, kita semua seharusnya mempelajari dan berusaha untuk memahaminya dengan sebaik mungkin [3].
            Kitab keluaran mencatat peristiwa-peristiwa dari kelahiran Musa sampai penyelesaian dan penahbisan kemah suci di Sinai pada buku pertama tahun kedua sesudah peristiwa keluaran dari Mesir (bdg. 1:1;2:1-14; 19: 1; 40:17). Jadi sejarah actual dari kitab keluaran meliputi jangka waktu sekitar delapan puluh lima tahun.
            Pemahaman kita tentang keluaran umat Ibrani menjadi semakin rumit oleh pertimbangan-pertimbangan geografis, rute yang terdapat dari umat Ibrani ketika melintas padang gurun dan letaknya Gunung Sinai masih belum diketahui dengan pasti. Tiga pilihan sudah diajukan untuk rute keluaran yang ditempuh oleh umat Ibrani teori rute Sinai paling utara, teori rute Sinai tengah, dan teori rute Sinai tradisional di selatan [4].
            Kitab Keluaran merupakan buku kedua dari kumpulan 5 kitab yang disebut Taurat, yang disusun oleh Musa, dan urutan kedua dalam kanon Perjanjian Lama atau Tanakh (Alkitab Ibrani).[1][2] Dalam bahasa Ibrani kitab ini disebut Shemoth dari kata-kata pertama Ve-eleh shemoth. Sedangkan dalam beberapa bahasa Eropa, disebut dengan nama Exodus. Kata ini diambil dari terjemahan bahasa Latin Santo Hieronimus yang mengambilnya dari Septuaginta, terjemahan bahasa Yunani. Ini artinya adalah "keluaran", dan terutama peristiwa "keluaran" bangsa Yahudi dari tanah Mesir, di mana mereka diperbudak selama lebih dari 400 tahun [5].


SEJARAH PENULIS
            Sejarah-sejarah Aliktab, yang berpegang pada pandangan lebih dari satu penulis yang dikaitkan dengan hipotesis dokumen-dokumen untuk komposisi pentateukh, membagi keluaran ke dalam tiga sumber utama: sumber Y (atau Yahwis), Sumber E (Elohis), dan sember P (priestly atatu imam). Pasal 1-34 pada umumnya diangggap sebagai suatu “jalinan” dari Y dan E dan P, sedangkan pasala 35-40 dianggap sebagai materi dari sumber P [6].
            Kitab Keluran terdiri atas dua bagian: bagian pertama terdiri dari fasal 1-15 ialah mengenai Kelepasan dari Mesir; bagian kedua terdiri dari fasal 16-40 ialah mengenai Wahyu (pernyataan) Allah di Sinai [7] .
            Kitab keluaran ini tidak berdiri sendiri sebagai karya terpisah. Memang sebelumnya sudah disebutkan hubungan dengan kitab-kitab lain dalam Pentateuhk. Ini merupakan sebagai dari riwayat besar yang mulai dari penciptaan langit serta bumi dan berakhir dengan kematian Musa.
            Hubungan anatar Kitab Keluaran dan kitab Kejadian tidak sederahana. Peristiwa-peritiwa alam kitab Keluaran terjadi lama sesudah zama para bapak leluhur dalam kitab Kejadian. Keadaan “anak Yakub” itu juga banyak berubah. Pada akhir kitab Kejadian mereka tinggal I tanah Gosyen sebagai gembala-gembala yang cukup kaya dan mereka itindas sebagai budak-budak di Mesir dan terpaksa membangun kota-kota pertahanan bagi raja. Namun, hal itu tidak berarti bahwa hubungan antara kedua kitab itu terputus. Justru tetap ada dan sangat penting. Allah yang dikenal oleh para Bapa Leluhur menyatakan nama-Nya yaitu Tuhan, dan sifat-sifat-Nya yang dapat dilihat secara lebih jelas melalui tindakan-tindakan serta firman-Nya. Janji-janji dalam kitab Kejadian masih berlaku, bahkan menyebabkan Allah menyelamatkan orang-orang Israel dari perbudakan. Memang bisa dikatakan bahwa janji-janji itu mulai digenapi. Hubungan antara Kitab Kejadian dan Kitab Keluaran sesungguhnya teologis, bukan sejarah [8].
            Sejarahsuci meluas dalam kitab Keluaran. Beberapa abad setelah kematian Yusuf tidak dicatat. Sementara itu keturunan para Patriarkh menjadi sangat banyak. Firau yang memerintah pada waktu itu tidak senang melihat perkembangan penduduk bni Isrel ini, dan memperbudak dan mernindas mereka. Di bawah pimpinan Musa, bangsa Israel dimerdekakan dari perbudakan, dijadikan bangsa yang merdeka dan dipersiakan untuk menaklukkan dan mendudukki tanah kanaan.
            Arti rohani pelepasan ini sangat luas sekali. Empat buku yang sisa dari Pentateukh atau seperenam dari seluruh Perjanjian Lama diugunakan untuk mencatat kejadian yang penring ini.
            Dalam waktu yang relative singkat dibawah pimpinan Musa, Bangas Israel dimerdekakan dari tindasan dan menjadi suatu bangsa merdeka yang sabar akan hubungan dengan Allah dan janji-Nya Kisah yang terdapat did lam Alkitab dapat dibagi sebagai berikut:
I.                   Israel bebas dari perbudakan                               Keluaran 1:1-13:19
A.    Keadaan di Mesir, 1:1-22
B.     Musa-Kelahiran, pendidikan dan panggilannya,
2:1-4:31
II.                Dari Mesir ke Gunung Sinai                                             13:20-19:2
A.    Pelepasan ilahi, 13:20-15:21
B.     Perjalanan menuju tempat perkemahan di Sinai,
        15:22-19:2 [9].
            Nama kitab kedua dalam Pentateukh adalah Keluaran (Indonesia), Exodus (Inggris) dan
tAmv. hL,aew> (we’elleh shemoth) atau tAmv. (shemoth) Ibrani. tAmv. hL,aew>
(we’elleh shemoth) merupakan 2 kata pertama yang muncul pada kalimat pertama
pembagian buku Pentateukh kedua, yang berarti ‘dan inilah nama-nama…’ Sedangkan
bahasa Inggris mengambil istilah ‘Exodus’ dari bahasa Latin yang mengadopsi dari
bahasa Yunani (LXX) dalam Keluaran 19:1 “tou/ de. mhno.j tou/ tri,tou th/j evxo,dou…”
(tou de mhnos tou tritou ths exodou). Istilah Exodus dapat berarti ‘keberangkatan,
kematian’ dan pengambilan nama Exodus ini didasarkan pada tema yang mendasari kitab
ini.
Keluaran sebagai kelanjutan dari Kejadian
Kejadian terdiri dari kisah-kisah individu sedangkan Keluaran merupakan kisah tentang
bagaimana suatu bangsa terbentuk. Dari Kel. 19 (di gunung Sinai) hingga akhir kitab Kel.
semuanya berhubungan dengan hukum-hukum/peraturan-peraturan. Tema hukum
tersebut terus berlanjut dalam seluruh kitab Imamat hingga Bil. 9. Orang Israel mulai
pindah dari Bil. 10:11 dan akhirnya tiba di seberang sungai Yordan (Bil. 33:48).
Kemudian ada sebuah bentuk percakapan yang cukup panjang dalam kitab Ulangan.
Perpindahan itu mulai lagi hanya di bagian akhir kitab Ulangan.
Keluaran sebagai pesan harapan
Motif Keluaran merupakan salah satu tema yang paling banyak muncul di dalam seluruh
Alkitab dan paling banyak dipakai sebagai tipologi dalam berbagai peristiwa-peristiwa
masa depan:
_ Penglihatan para nabi tentang kembalinya bangsa Israel dari pembuangan
digambarkan sebagai peristiwa Keluaran yang baru (Yes. 43:14-21; Yeh. 20:32-44);
_ Pemazmur minta bantuan dari Allah dengan mengutip Keluaran sebagai contoh dari
karya penyelamatan Allah (Maz.80:8; 81:6; 99:6);
_ Percakapan Yesus dalam kitab Matius yang banyak mengutip kisah Keluaran dan
kutipan lainnya dalam surat-surat (I Kor 10:4);
_ Oleh karena itu tema kitab Keluaran merupakan sesuatu yang bersifat teologis yang
merupakan jaminan pelepasan Allah pada masa kesukaran di masa depan [10].

PENULIS
            Penulis kitab ini adalah Musa. Waktu penulisannya anatar 1450 dan 1400 SM. Kebanyakan mengagap tahun 1300-1250 sM lebih cocok dengan kebanyakan bukti dibandingkan dengan penentu waktu lainnya. Atas dasar ini dapat ditentukan bahwa Firaun penindas orang Israel adalah Seti I ( 1305-1290 sM) dan Firaun dalam kitab keluaran adalah Rameses II (1290-1224).
Meskipun peristiwa keluaran jelas merupakan pusat sejarah Israel, namun belum ada penyelesaian akhir dapat diberikan atas masalah kronologi dan geografis yang rumit sehubungan dengan peristiwa itu. Zaman umum yang cocok dengan kebanyakan bukti di dalam dan di luar Alkitab adalah peruhan pertama abad ke-13 (1300-1250 sM) [11].
            Penulis ktab ini adalah Musa seorang nabi yang telah dipanggil Allah untuk menyelamatkan bangsa Israel, Kitab keluaran ini terdiri atas dua bagian: bagian pertama terdiri dari fasal 1-5 ialah mengenai kelepasan dari Mesir; bagian kedua tetriri dari fasal 16-40 ialah mengenai wahyu (pernyataan) Allah di Sinai [12].
            Dengan demikian, sulit menerima tradisi bahwa Musa sendiri yang menulis kitab Pentateukh itu. Namun, juga sulit dipercaya bahwa satu orang menulis semua bahan didlamnya ataupun semua ditulis pada zaman yang sama sebab terdapat banyak ulangan, perbedaan gaya, dan sebagainya. Kadang-kadang suatu cerita diriwayatkan dua kali, barangkali dengan perbedaan bahkan dengan kontradiksi.
            Dalam Kitab Keluaran, pemanggilan Musa diriwayatkan baik dalam 3:1-21 maupun dalam 6:1-12. Dalam kedua riwayat itu, nama “Tuhan” (Yahweh) dinyatakan seakan-akan tidak dikenal manusia dahulu. Kedua riwayat itu tidak setuju dengan keterangan dalam kejadian 4:26, yaitu pada waktu Enos ”orang mulai memanggil nama TUHAN” [13].
            Beberapa pakar beranggapan bahwa Musa hanya menulis bagian-bagian utama dari keluaran dan beberapa tambah tertentu tekun dibuat oleh editor-editor di kemudian hari (Misalnya, silsilah dalam 6:14-27). Orang lain lagi menganggap kitab Keluaran sebagai hasil penulisan pengganti Musa, seperti Yosua, atau imam Eleazar, berdasarkan tradisi lisan yang diterima dari Musa dan Harun bagaiman juga, semua pandangan ini mengakui bahwa Musa adalah sumber dari dokumen tertulis yang mencatat peristiwa keluaran dari Mesir [14].
            Kitab Keluaran merupakan buku kedua dari kumpulan 5 kitab yang disebut Taurat, yang disusun oleh Musa, dan urutan kedua dalam kanon Perjanjian Lama atau Tanakh (Alkitab Ibrani) [15].






BAB II
(ISI)
SEJARAH HISTORIS
            Untuk memastikan waktu dan tempat terjadinya peristiwa keluaran, pertama-tama kita harus mengenal masa sejarah ketika pertiwa itu terjadi, yaitu masa kejayaan kerajaan Mesir. Demi kesinambungan dan kelengkapannya, ringkasan berikut akan memulai dengan akhir “Zaman bapak-bapak leluhur” kira-kira tahun 1550 sM dan dilanjutkan sehingga kira-kira tahun 1200 sM, ketika bangsa Israel telah memasuki Palestina. Selama masa ini, yang kira-kira bersamaan dengan Zaman Perunggu Akhir di Palestina, Mesir mendominasi dunia zaman kuno dan Palestia, Mesir mendominasi duni zaman kuno dan Palestina terletak di dalam batas-batas kerajaannya [16].
            Historis kitab keluaran adalah pelestarian kisa-kisah yang menjelaskan bagaimana umat Israel sampai menjadi buak I Mesir kelepasan mereka, dan kehadiran mereka di padang gurun sianai. Cerita kitab keluaran menghubungkan kisah-kisah para bapa leluhur dengan bangsa teokrotis yang menaklukkan kanaan (bdg. 6:4) [17].
            Kitab Keluaran dalam bahasa Ibrani, sesuai dengan kebiasaan kuno yang lazim dipakai di Tengah Dekat, dipakai kata-kata pertama, yaitu we’eleh syemot, yang berarti “Inilah nama”. Memang biasanya isatukan dengan syemot, yaitu “nama”.
            Dalam hampir semua terjemahan, baik dahulu maupun sekarang, terdapat judul yang menekankan suatu peristiwa yang penting sekali yang diriwayatkan didalamnya, yaitu keluaran umat Israel dari Mesir. Dengan demikian, Septuaginta ( terjemahan ke dalam bahasa Yunani yang dibuat pada abad ke-3 sM.) memakai judul Exodos, yang berarti ”keluaran”. Vulgata ( terjemahan ke dalam bahasa Latin yang dibuat kira-kira tahun 400 M.) serta terjemahan-terjemahan bahasa inggris memakai nama Exodus, yang artiny sama. Judul itu sangat cocok, meskipun dimuat juga peristiwa-peristiwa lain seperti perjalanan umat Israel melalui padang gurun, Pemberian Kesepuluh Firman di gunung Sinai, upacara pengikat perjanjian antara Tuhan dengan bangsa Israel, dan dosa bangsa itu ketika mereka membuat anak lembu emas. Termasuk juga ketetapan-ketetapan untuk mendirikan kemah Suci dan riwayat tentang pelaksanaan ketetapan itu.
            Kitab itu, terutama dalam Alkitab bahasa Jerman, juga disebut “Kitab Musa yang Kedua”. Judul itu menghubungkan dengan kitab-kitab pertama Pantateuhk yang lain, sebab kejadian disebut Kitab Musa yang pertama, Imamat disebut Kitab yang ketiga, dan seterusnya. Musa juga ditonjolkan dalam kitab keluaran ini sebagai pemimpin bangsa Israel, yang hubungan dengan Tuhan, Allah mereka, cukup unik, yang kuasanya juga unik, dan menentukan dasar serta norma iman mereka. Bahkan tradisi lama yang menyatakan bahwa Musalah yang menulis semua kitab Pantateuhk dan tradisi itu akan dibicarakan nanti [18].
            Mesir adalah salah satu pusat peradaban yang paling maju, ketika bangsa Israel mulai muncul sebagai suatu bangsa. Kerajaan yang baru itu berdiri kira-kira abad ke XVI SM setelah mengusir bangsa Hyksos yang telah menduduki Mesir selama hamipir dua abad. Salah seorang pemimpin militernya yang besar ialah Thutmosis III (± 1500-1450). Berkali-kali ia memimpin tentaranya melalui Palestina atau mengarungi Laut Tengah untuk memperluas daerah kekuasaan Mesir sampai k Sungai Efrat. Ia sering dibandingkan dengan Alexander  Agung atau napoleon.
            Dalam waktu yang relative singkat dibawah pimpinan Musa, Bangas Israel dimerdekakan dari tindasan dan menjadi suatu bangsa merdeka yang sabar akan hubungan dengan Allah dan janji-Nya Kisah yang terdapat didalam Alkitab.
                        Sejarahsuci meluas dalam kitab Keluaran. Beberapa abad setelah kematian Yusuf tidak dicatat. Sementara itu keturunan para Patriarkh menjadi sangat banyak. Firau yang memerintah pada waktu itu tidak senang melihat perkembangan penduduk bni Isrel ini, dan memperbudak dan mernindas mereka. Di bawah pimpinan Musa, bangsa Israel dimerdekakan dari perbudakan, dijadikan bangsa yang merdeka dan dipersiakan untuk menaklukkan dan mendudukki tanah kanaan [19].
            Setelah didahului dengan beberapa narasi yang dapat disebut sebagai suatu transisi antara
Kejadian dan Keluaran (penindasan bangsa Israel di mesir, pembunuhan bayi laki-laki
orang Israel, kelahiran Musa, Musa melarikan diri ke Midian) sekaligus satu periode
narasi (Kel. 1:8 bdg 2:23), maka kitab Keluaran kembali ke kitab Kejadian dengan
mengingat kembali perjanjian Allah dengan leluhur bangsa Israel (2:24; 3:6).
Dalam perjalanan untuk mencapai perjanjian Allah dengan leluhur bangsa Israel, Allah
menjelaskan kepada Musa sebuah konsep perjanjian dalam Kel. 6:1-7 dan ayat 6
merupakan kunci keseluruhan kitab Keluaran “Aku akan mengangkat kamu menjadi
umatKu dan Aku akan menjadi Allahmu.” Oleh karena itu dalam keseluruhan kitab
Keluaran, istilah “umat-Ku” (7:4,16; 8:1,20-23, 9:1,13,17; 10:3,4 bdg. 3:10; 4:22),
“TUHAN, Allah orang Ibrani” (7:16; 9:1; 10:3 bdg. 5:3) muncul dalam frekuensi yang
cukup banyak. Firaun pun selalu menyebut TUHAN dengan “TUHAN Allahmu” (8:28;
10:8,16,17). Tuhan pun selalu menyebut diri-Nya dalam berhubungan dengan bangsa
Isreal dengan “TUHAN, Allahmu” (6:6b; 15:26; 16:12; 20:2,5,7,10,12; 23:19,25;
34:24,26).
Puncak dari hubungan Allah dan bangsa Isreal tersebut terjadi di Sinai (19:5) yang
dinyatakan dalam bentuk ‘pertemuan Tuhan dengan bangsa Israel’ (19:17), ‘berbicara’
(20:22), ‘melihat Allah’ (24:10). Selanjutnya Allah dan bangsa Israel membuat perjanjian
melalui Decalogue (20:1-17) dan Kitab Perjanjian (21-23) dan kemudian perjanjian itu
disahkan (Kel. 24).
Sebagai bukti dari perjanjian itu Allah akan hadir di tengah-tengah umat-Nya melalui
pendirian tabernakel. Kitab Keluaran diakhiri dengan gambaran tentang kehadiran Allah
melalui awan (40:34-38).
NAMA ALLAH (6:1-2)
Pertanyaan yang sering ditanyakan sehubungan dengan nama Allah adalah kapan Allah
menyatakan diri dengan nama Yahweh (TUHAN). Sebutan “Yahweh” sudah dipakai
sejak Kejadian 2 (Yahweh Elohim), namun Kejadian 4:26 menyatakan bahwa orang
mulai memanggil nama Yahweh pada jaman Enos. Lebih jauh lagi, Keluaran 6:2
menyatakan bahwa Allah mulai memperkenalkan diri sebagai Yahweh pada jaman Musa,
sedangkan pada bapa-bapa leluhur Ia hanya memperkenalkan diri sebagai Allah yang
mahatinggi (El Shaddai). Manakah yang benar? Apakah nama Yahweh baru dikenal pada
jaman Enos? Musa? Atau sejak jaman Adam?
Sebelum menyelidiki Kejadian 4:26 dan Kel 6:2 secara detil, ada dua hal yang perlu
dipahami terlebih dahulu. Pertama, konsep orang Yahudi tentang nama. Bagi mereka,
nama bukan hanya berfungsi sebagai panggilan, seperti orang modern memahaminya.
Nama bagi mereka merupakan ekspresi dari kepribadian, misalnya Nabal berarti “bodoh”
(1Sam 25:25). Tidak heran, perubahan nama dilakukan pada beberapa orang yang telah
mengalami perubahan karakter. Contoh: nama “Yakub” yang berarti pemegang tumit
(Kej 25:26) diganti dengan “Israel” yang berarti bergumul dengan Allah (Kej 32:28).
Perubahan nama Yakub ini menandai fase penting dalam hidupnya. Ia dahulu selalu
berusaha dengan kekuatan sendiri untuk mencapai sesuatu yang sebenarnya sudah
dijanjikan Allah (Kej 25:23), misalnya memperdayai kakaknya untuk mendapat hak
kesulungan (Kej 25:29-34) dan menipu ayahnya untuk mendapatkan berkat (Kej 27:1-
29). Setelah peristiwa perubahan nama di Kejadian 32, Yakub tidak lagi menipu atau
memperdayai orang lain. Dalam bagian lain Alkitab, nama Allah seringkali dipakai untuk
mewakili seluruh Pribadi Allah. Hal ini tercermin dari ungkapan seperti larangan untuk
menyebut nama Yahweh dengan sembarangan (Kel 20:7; Im 24:16; Ul 5:11), pujian
untuk nama Yahweh (Mzm 17:18; 113:1). Kedua, konsep orang Yahudi tentang
mengenal Allah. Dalam Perjanjian Lama (sekitar 26 kali), tindakan ‘mengenal Allah’
bukan hanya melibatkan aspek kognitif (intelektual), tetapi juga aspek relasional
(hubungan atau pengalaman). Makna ini diilustrasikan dengan jelas melalui arti kata
Ibrani yada. Kata ini bisa berarti mengetahui (Kej 3:5, 7, 22; 4:9) atau bersetubuh (Kej
4:1, 17). Berdasarkan penggunaan ini kita perlu melihat apakah arti kata ‘mengetahui’
atau ‘mengenal’ di suatu teks bersifat intelektual saja atau sekaligus relasional.
Kejadian 4:26
Ayat ini telah menimbulkan perbedaan pendapat di antara para penafsir. Para penafsir
Yahudi awal melihat kata Ibrani lx;Wh hukhal (LAI:TB “mulai”) di ayat ini dalam arti
“mengotori”, sehingga Kejadian 4:26 dianggap sebagai permulaan dari penyembahan
berhala. Pendapat ini tentu saja memiliki beberapa kelemahan serius. Frase “memanggil
nama Yahweh” dalam kitab Kejadian seringkali dipakai untuk penyembahan/ibadah yang
benar oleh para patriarkh (12:8; 13:4; 21:33; 26:25). Selain itu, Kejadian 4:25-26
merupakan kontras bagi Kejadian 4:17-24: ayat 17-24 memaparkan suatu keturunan yang
tidak takut terhadap Yahweh, sedangkan ayat 25-26 menandai awal keberadaan suatu
keturunan yang baik (pengganti Habel, orang yang benar itu).
Young Literal Translation (YLT) menerjemahkan “memanggil” dengan kata benda
“preaching” (kotbah). Sayangnya, kita tidak bisa mengetahui apa maksud terjemahan ini [20].
SEJARAH POLITIK
            Sejarah politik dalam kitab keluaran ini pada pertempuran  besar kadesy pada tahun ke-5 pemerintahan Rameses II, baik Mesir maupun orang Het memakai tentara sewaan yang terdiri dari orang-orang Aego-kreta, “Bangsa-bangsa laut” yang mereka temui dalam pertempuran untuk mempertahankan kerajaan mereka [21].
            Di samping itu, sama seperti akan dilihat dari tafsiran nanti, ada banyak unsur yang realistis salam riwayat dari Kitab Keluaran ini. Misalnya, Ketika Musa meminta izin Firaun untuk pertama kalinya agar orang-orang Isael pergi ke padang gurun, Firaun marah sekali. Ia menang dalam perselisian melawan dia. Juga sesudah orang-orang Israel terlepas, Mereka tidak mengalami keuntungan-keuntungan kebebasan dengan segera, Mereka mulai memikirkan bahwa keadaan mereka dulu sebagai budak-budak lebih baik dan aman. Mereka lalu menuduh Musa sebagai Orang yang menyebabkan nasib mereka menjai lebih jelek (14:10-12; 15:24). Sama seperti banyak orang lain, mereka harus menderita banya ketidakpastian sebelum menikmati keuntungan hidup mereka yang baru.
            Ada juga persoalan-persoalan ari seluk-beluk dalam riwayat itu. Misalnya dalam perikop tetang kelahiran Musa (2:1-10) terdapat keterangan bahwa puteri Firaun datang untuk mandi di Sungan Nill. Namun, menurut  para sarjana yang mempelajari Negeri Mesir secara teliti seorang puteri Firaun tidak mungkin mandi di sana. Memang luar biasa jika seorang puteri raja, yang tinggal di istana yang besar dan mewah, mandi di Sungai. Menurut ayat 10, Puteri Firaun menghubungkan nama Musa dengan kata kerja bahasa Ibrani “menarik”, seakam-akan ia tahu bahasa Ibrani. Namun sangat kecil kemungkinan dia tahu bahasa itu [22].
            Dengan sepuluh tulah Musa menantang Firaun yang tidak mau melepaskan bangsa Israel untuk keluar dari tanah Mesir. Maksud tulah-tulah itu (keluaran 9:16) ialah menunjukkan kuasa Allah yang besar, baik kepada bangsa mesir maupun kepada bangsa lsrael. Firaun mendapat kesempatan untuk menuruti kehendak Allah, tetapi ia mengeraskan hatinya. Sikap aslinya tidak pernah berubah walaupun tulah-tulah ini diberikan sebagai kejadian-kejadian alam yang biasa, namunmkuasa Allah yang ilahi itu nyata dalam peningkatan, diskriminasi dan peraturan waktunya. Tulah-tulah itu mungkin ditunjukkan kepada dewa-dewa bangsa Mesir [23].
            , Firaun meminta Imhotep untuk
mempelajari kitab-kitab keramat. Setelah beberapa hari mempelajarinya, Imhotep
muncul dan membukakan kepada Firaun tentang “keajaiban-keajaiban
tersembunyi” yang tidak ditunjukkan kepada raja lain tentang masa-masa tersebut.
Zoser sangat terkesima dengan penjelasan Imhotep yang mengakibatkan Mesir
dapat mengatasi kelaparan di negeri tersebut. Selanjutnya Imhotep diangkat
sebagai kepala imam Kheri-heb, yaitu anak dewa Ptah. Tetapi popularitas
Imhotep tidak hanya berhenti selama dia hidup. Ketika dia mati, dia diangkat,
didewakan sebagai dewa penyembuh. Firaun-firaun selanjutnya membangun
banyak kuil yang salah satunya ditujukan kepada Imhotep. Di kuil Imhotep
disediakan kamar-kamar pengobatan untuk orang yang sakit secara fisik dan
mental. Imhotep juga mengajarkan kepada orang Mesir bahwa berbagai bentuk
gejala penyakit dapat dihindarkan jika kekuatan sihir dari penyembuahn
dipergunakan dengan benar. Para ahli sihir pengikut Imhotep biasa
mempergunakan kristal sihir dan jampi-jampi Isis untuk memanggil Sekhmet,
dewi yang berdaulat atas berbagai penyakit [24].

SEJARAH PEREKONOMIAN
            Perekonomian dikuasai Rameses II yang melakukan serangan besar-besaran terhadap Keraajaan Het Yang menyergap tiba-tiba dekat Kadesy di daerah Orotes.  Sehingga memperbanyak pendapatan dari peperangan tersebut [25].
            Bagian ini dimulai dengan riwayat tetang nasib orang-orang Israel yang iperbudak Oleh Firaun di Mesir. Karena perbudakan itu bangsa Israel mengalami perekonomian yang menurun, serta perselisian yang besar dan panjang harus terjadi. Pasal 1-4 berisi peritiwa-peristiwa yang mendahului perselian itu [26].
KEPEMIMPINAN
            Tutmosis I mereka mencapai daerah Efrat umumnya firaun-firaun Dinasti XVIII awalnya hanya memimpin penyerangan penghukuman, karena mereka sibuk dengan pembangunan negeri serta penaklukan nubia dan sudan di selatan. Namun, situasi berubah di bawah Tutmosis III (1490-36 sM), salah seorang dari penguasa Mesir yang paling pandai. Dalam pertempuran terkenal Megidon, kira-kira tahun 1468 sM ia mengalahkan Oran g Hiksos, yang berpusat di Kadesy di Orontes, Siria bagian selatan. Dalam serangan berikutnua ia mematahkan semua perlawanan dan memperluasan kerajaannya  Mesir dengan Mitanni yang menguasai Siria. Peperangan antara kedua negara itu berlangsung terputus-putus selama hampir 50 tahun sampai di adakan perjanjian dibawah Tutmosis IV (kira-kira 1412-03 sM). Tampaknya, kedua belah pihak membuat perjanjian itu karena takut akan bangkitnya kembali orang Het yang menekan Sirian bagian utara.
            Namun semua negara-kota diperbolehkan memiliki kuasa setempat dan otonomi yang cukup. Pada pertengahan abad ke-14 sM Palestina di pertahankan pasukan-pasukan kecil yang ditempatkan di pusat-pusat adminitrasi[27] .
                        Musa lahir pada masa yang suram dalam sejarah bansa Israel. Akan tetapi musa dijadikan anak Angkat oleh puteri Firaun dan ia diberi pendidikan pusat peradaban yang paling terkemuka serta mendidik dalam segala hikmat Mesir (Kisah para Rasul 7:22).
            Pertimbangkanlah panggilan musa (Keluaran 3:1-4 :17) dengan mengingat latar belakang dan pengetahuannya tentang istana Mesir serta juga keadaan Orang Israel yang nempaknya tidak member harapan [28].
            Karena hanya ada dua Firaun di mesir yang memerintah lebih dari empat puluh tahun (jangka waktu pengasingan musa di pusat padang gurun selama penindasan umat Ibrani), pemerintah mereka merupakan pusat perhatian diskusi untuk menentukan tanggal terjadi peritiwa keluaran. Pandangan tanggal dini menyebut Thutmose III (1504-1450) sebagi Firaun dimasa Penindasan dan Amenophis II (1450-1425) sebagi FIraun dari peristiwa keluaran. Kedua-duanya memerintah selama Dinasti atau Wangsa ke-18 dari periode sejarah Mesir yang di kenal sebagai masa kerajaan baru dan Zaman perang akhir dari sejarah Timur dekat kuno [29].
POLA PIKIR ORANG PADA SAAT ITU
            Pola pikir orang Mesir menggunakan pengetahuan Militer mereka untuk menguasai dan memperluas kerajaan mereka. Tetapi orang israel Merasa tertekank katena tindasan orang-orang mesir kepada mereka karena kemajuan bangsa Israel tetapi Tuhan telah mempersiapkan pemimpin yaitu Musa.
            Musa adalah seorang yang di asuh oleh Puteri Firaun dan diberi pendidikan terbaik di bangsa Mesir tetapi Tuhan sendiri telah memanggik musa untuk melepaskan Bangsa Israel dari jeratan bangsa Mesir [30].

KEADAAN AGAMA
            Bangsa Mesir menyembah Dewa-dewa yang mereka percayai. Akan Tetapi Israel menyembah Tuhan Allah akan tetapi firaun tidak memperbolehkan bangsa Israel untuk beribadat akan tetapi Musa selalu mencari cara untuk mereka boleh beribadat dengan membuat Tulah kepada bangsa Mesir.
                Firaun masih tetap mempertahankan bangsa Israel akan tetapi pada Tulah kesepuluh Firaun akhirnya melepaskan Israel dan Musa membimbing Bangsa Israel menuju tanah Kanaan[31]
            Termasuk dalam bagian yang sangat pentingini aalah riwayat mengenai peristiwa-peristiwa I gunung Sinai dan kelompok-kelompok hokum serta peraturan. Menurut riwayat, Tuhan menampakkan diri di atas gunung itu an umat Israel harus mempersiapkan diri untuk mrnghadapi kedatangan-Nya (19:1-25). Mereka takut. Musa harus menjadi pengantar antara Tuhan dan mereka diikat dengan upacara (24:1-11) sebelum musa naik ke gunung (24:12-18). Kelompok hokum yang pertama terkenal sebagai “Kesepuluh Firman” (20:1-17), dan yang kedua disebut “Kitab Perjanjian” (20:22-23:19) dengan tambahan yang berisi janji dan teguran kepada Israel (23:20-23) [32].


BAB III
(PENUTUP)
KESIMPULAN DAN SARAN
            Kesimpulan dan saran setelah meneliti dan merangkum pembahasan Kitab Keluaran dari Latar Belakang, Sejarah Penulisan, Penuli, Sejarah Historis, Sejarah Politik, Sejarah Ekonomi, Kepemimpinan, Pola pikir oaring ada saat itu, dan Keadaan agamanya.
            Kitab Keluaran atau Kitab Pantateuhk adalah kitab yang memiliki tiga sumber yaitu: Sumber Y ( Yahwis ), Sumber E ( Elohis ), dan Sumber P ( Priestly atau Imam ) maka dari sumber-sumber ini terbentuk lah sebuah kitab yaitu Kitab Keluaran.
            Kitab Keluaran ini menceritakan tentang Perbudakan dan Penindasan bangsa Israel di tana Mesir yang pada saat itu di pimpin Oleh Firaun akan tetapi Allah sendiri tidak akan membiarkan Bangsanya menderita oleh sebab itu Allah senyuruh seorang nabi ialah Nabi Musa.
            Musa adalah seorang Nabi yang memimpin bangsa Israel keluara dari Tanah Mesir menuju Tanah kanaan. Musa diadopsi Oleh Puteri Firaun dan Musa menerima pendidikan hikmat Mesir yang terbaik di tanah Mesir pada saat itu.
                        Perhatikanlah lingkup Perjalanan dan waktu yang terdapat dalam garis besar keempat buku itu sebagai berikut :
I.                   Perbudakan bangsa Israel, 400 tahun Keluaran 1,2
II.                Dari Mesir ke Sinai, kurang dari 1 tahun        Keluaran 3-18
III.             Berkemah di Kaki Gunung Sinai,
± 1 tahun                                             Keluaran 19-bilangsan 10
IV.             Pengembaraan di padang gurun,
± 38 tahun                                           Bilangan 10-21
V.                Berkemah sebelum memasuki Kanaan,
± 1 tahun                                             Bilangan 22-Ulangan 34


DAFTAR PUSTAKA

W.S. LASOR  D.A. HUBBARD  F.W. BUSH  PENGANTAR PERJANJIAN LAMA 1
TAURAT DAN SEJARAH

ROBERT M. PATERSON, Tafsiran Alkitab kitab keluaran. PT. BPK GUNUNG MULIA
SAMUEL J. SCHULTZ, TH.D Pengantar perjanjian lama taurat dan sejarah hlm. 28&29

ANDREWE . HILL dan JHON .H. WALTON, Buku Survei Perjanjian Lama

Dr.J. BLOMMENDAAL, PENGANTAR DARI PERJANJIAN LAMA, PT. BPK GUNUNG MULIA


[1]  W.S. LASOR  D.A. HUBBARD  F.W. BUSH  PENGANTAR PERJANJIAN LAMA 1
TAURAT DAN SEJARAH
                  


[2] SAMUEL J. SCHULTZ, TH.D Pengantar perjanjian lama taurat dan sejarah
[3] ROBERT M. PATERSON, Tafsiran Alkitab kitab keluaran. PT. BPK GUNUNG MULIA Hlm.1
[4] ANDREWE . HILL dan JHON .H. WALTON, Buku Survei Perjanjian Lama
[5] http://id.wikipedia.org/wiki/Kitab_Keluaran

[6] ANDREWE . HILL dan JHON .H. WALTON, Buku Survei Perjanjian Lama
[7] Dr.J. BLOMMENDAAL, PENGANTAR DARI PERJANJIAN LAMA, PT. BPK GUNUNG MULIA, Hlm. 40
[8] ROBERT M. PATERSON, Tafsiran Alkitab kitab keluaran. PT. BPK GUNUNG MULIA Hlm. 5
[9] SAMUEL J. SCHULTZ, TH.D Pengantar perjanjian lama taurat dan sejarah
[10] http://id.wikipedia.org/wiki/Kitab_Keluaran
[11] [11]  W.S. LASOR  D.A. HUBBARD  F.W. BUSH  PENGANTAR PERJANJIAN LAMA 1
TAURAT DAN SEJARAH

[12] Dr.J. BLOMMENDAAL, PENGANTAR DARI PERJANJIAN LAMA, PT. BPK GUNUNG MULIA, Hlm. 40
[13] ROBERT M. PATERSON, Tafsiran Alkitab kitab keluaran. PT. BPK GUNUNG MULIA Hlm. 7
[14] ANDREWE . HILL dan JHON .H. WALTON, Buku Survei Perjanjian Lama
[15] http://id.wikipedia.org/wiki/Kitab_Keluaran
[16] W.S. LASOR  D.A. HUBBARD  F.W. BUSH  PENGANTAR PERJANJIAN LAMA 1
TAURAT DAN SEJARAH

[17] ANDREWE . HILL dan JHON .H. WALTON, Buku Survei Perjanjian Lama
[18] ROBERT M. PATERSON, Tafsiran Alkitab kitab keluaran. PT. BPK GUNUNG MULIA Hlm. 1& 2
[19] SAMUEL J. SCHULTZ, TH.D Pengantar perjanjian lama taurat dan sejarah hlm. 27
[20] http://id.wikipedia.org/wiki/Kitab_Keluaran
[21] W.S. LASOR  D.A. HUBBARD  F.W. BUSH  PENGANTAR PERJANJIAN LAMA 1 TAURAT DAN SEJARAH

[22] ROBERT M. PATERSON, Tafsiran Alkitab kitab keluaran. PT. BPK GUNUNG MULIA Hlm
[23][23] SAMUEL J. SCHULTZ, TH.D Pengantar perjanjian lama taurat dan sejarah hlm. 29
[24] http://id.wikipedia.org/wiki/Kitab_Keluaran
[25] W.S. LASOR  D.A. HUBBARD  F.W. BUSH  PENGANTAR PERJANJIAN LAMA 1 TAURAT DAN SEJARAH

[26] ROBERT M. PATERSON, Tafsiran Alkitab kitab keluaran. PT. BPK GUNUNG MULIA Hlm
[27] [27]  W.S. LASOR  D.A. HUBBARD  F.W. BUSH  PENGANTAR PERJANJIAN LAMA 1
TAURAT DAN SEJARAH
                  

[28] SAMUEL J. SCHULTZ, TH.D Pengantar perjanjian lama taurat dan sejarah hlm. 28&29
[29] ANDREWE . HILL dan JHON .H. WALTON, Buku Survei Perjanjian Lama
[30] W.S. LASOR  D.A. HUBBARD  F.W. BUSH  PENGANTAR PERJANJIAN LAMA 1
TAURAT DAN SEJARAH

[31] Sumber: PENGANTAR PERJANJIAN LAMA 1
TAURAT DAN SEJARAH
                   Oleh : W.S. LASOR  D.A. HUBBARD  F.W. BUSH

[32] ROBERT M. PATERSON, Tafsiran Alkitab kitab keluaran. PT. BPK GUNUNG MULIA Hlm. 4

1 komentar:

  1. penulis Kitab Taurat bukan Musa.
    karena, apakah bisa Musa menulis peristiwa kematiaanya sendiri???

    BalasHapus